WANITAKU
Tersendak dengan rasa gunda, pada langkah terakhir menuju
penghitbaan
Wajah mirih ditikam
malu menoleh sejarah ukiran sendiri
Tak pantas wanita pingitan, ikut serta dalam ijab kabul yang
akan diikrarkan
Lalu...?
Dengan siapa dia akan merajuk cinta,
Ku teriakkan dengan lantang ,
Hanya dengan laki-laki yang suci
Karna pada matanya menjanjikan surga untuk mahligai rumah
tangga
Karena dia Aisya yang kutemukan di kota petualangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar