BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sering didengar istilah
paragraph, istilah tersebut digunakan, baik dalam percakapan maupun dalam
kegiatan-kegiatan pertemuan dalam rapat, diskusi, atau seminar. Bagi yang sering menulis, baik surat, kertas kerja, pelaporan, atau skripsi pasti menggunakan paragraf dalam
tulisannya. Apabila ditanyakan definisi dari paragraf maka akan bervariasi jawabannya. paragraf merupakan
salah satu hal yang sangat penting untuk kita pelajari, karena sangat
berpengaruh dalam pembentukan sebuah tulisan yang menarik dan berkualitas.
Bila membuat paragraf, dituliskan sekelompok ide yang terdiri atas ide pokok dan ide bawahan
yang merupakan penjelasan tentang ide pokok.Di samping ide pokok ini,terdapat
ide pokok lainnya yang masih berkaitan dengan ide pokok pertama. Kedua ide
pokok ini merupakan bagian kelompok ide yang lebih besar .Oleh sebab
itu,ide pokok yang kedua ini diungkapkan dalam paragraf berikutnya yang disertai pula dengan ide pokok bawahan
yang berupa penjelasan terhadap ide pokok kedua tadi. Demikianlah
seterusnya sehingga dapat dibuat sebuah karangan yang terdiri atas beberapa paragraf yang
mengandung kelompok-kelompok ide yang saling berkaitan.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan paragraf ?
2.
Apakah syarat-syarat pembentukan dan
pengembangan paragraf ?
3.
Apa jenis-jenis paragraf?
4.
Apa saja unsur-unsur yang terkandung dalam paragraf?
5.
Apakah fungsi paragraf ?
C. Tujuan
1.
Mengetahui pengertian paragraf
2.
Mengetahui syarat-syarat dan
pengembangan paragraf
3.
Mengetahui jenis-jenis paragraf
4.
Mengetahui unsur-unsur yang terkandung
dalam paragraf
5.
Mengetahui fungsi paragraf
|
BAB II
|
PEMBAHASAN
A. Pengertian Paragraf
Menurut KBBI, paragraf
adalah bagian bab dalam suatu karangan(biasanya mengandung satu ide pokok dan
penulisannya dimulai dengan garis baru).
Paragraf juga didefinisikan sebagai kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan
lebih luas daripada kalimat. Paragraf merupakan penuangan
ide dalam bentuk kumpulan
kalimat
yang saling berhubungan antara kalimat yang satu dengan yang lainnya dan hanya
memiliki satu topik atau tema.
B. Syarat-syarat Pembentukan dan
Pengembangan Paragraf
Syarat-syarat pembentukan paragraf
yaitu;
1. Kesatuan
(kohesi)
Kesatuan paragraf
ialah semua kalimat yang membangun paragraf secara bersama-sama menyatakan suatu
hal atau suatu tema tertentu. Kesatuan di sini tidak boleh diartikan bahwa
paragraf itu memuat satu hal saja. Melainkan, kesatuan yang dimaksud adalah
kalimat-kalimat dalam paragraf harus menggambarkan pikiran yang saling
berhubungan dan menunjukkan ikatan untuk mendukung satu pikiran sebagai pikiran
utama atau suatu ide tunggal (Keraf, 1980:36). Kesatuan pikiran dalam paragraf
berarti adanya hubungan tetang masalh menjadi pikiran utama. Jadi, tidak boleh
terdapat unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan pikiran utama
tersebut. Penyimpangan uraian akan menyulitka pembaca memahami maksud penulis.
2. Kepaduan
(koherensi)
Kepaduan (koherensi) adalah
kekompakan hubungan antara suatu kalimat dan kalimat yang lain yang membentuk
suatu paragraf kepaduan yang baik tetapi apabila hubungan timbal balik antar
kalimat yang membangun paragraf itu baik, wajar, dan mudah dipahami. Untuk membentuk sebuah paragraf yang padu kita harus memperhatikan masalah
kebahasaan dan masalah perincian atau urutan alinea.
a.
masalah kebahasaan
Masalah kebahasaan yang turut memengaruhi kepaduan sebuah
paragraf adalah repetisi, kata ganti, dan kata-kata transisi.
1)
repetisi (pengulangan
kata kunci)
pengulangan kata kunci, yaitu kata
yang dianggap penting dalam sebuah paragraf. Kata kunci yang mula-mula timbul
pada awal paragraf kemudian diulang-ulang pada kalimat berikutnya. Pengulangan
itu berfungsi memelihara kepadanan semua
kalimat
contoh :
sebagai penjasmanian pikiran dan
berpikir, bahasa itu merupakan alat yang baik dalam pergaulan antarmanusia.
Pergaulan antarmanusia ialah pertemuan total antarmanusia satu
dengan manusia yang lainnya. Dalam keseluruhannya, jasmani dan rohani bertemu
dan bergaul satu sama lain. Tanp bahasa, pertemuan dan pergaulan
kita dengan orang lain amat tidak sempurna.
2)
Penggunaan
kata ganti
kata ganti adalah kata-kata yang
mengacu kepada manusia atau benda. Untuk menghindari kebosanan, kata-kata yang
mengacu pada manusia atau benda itu diganti dengan kata ganti. Pemakaian kata
ganti dalam paragraf berfungsi menjaga lepaduan antara kalimat-kalimat yang
membangun paragraf. Yang biasa dipasangkan menjadi penanda hubunga paragraf
ialah 1) kata ganti orang (ia/dia, beliau, mereka, -nya), 2) kata ganti milik
(-nya, beliau, mereka), dan 3) kata ganti petunjuk (ini dan itu)
contoh :
Adi dan Boy merupakan
dua sahabat yang akrab. Setiap hari keduanya selalu
kelihatan bersama-sama. Adilah yang selalu menjemput Boy ke sekolah karena
rumahnya lebih jauh letaknya dari rumah Boy. Mereka selalu
siap sedia menolong kawan-kawannya yang mengalami kesulitan.
3)
Penggunaan kata transisi
kata transisi adalah
kata atau frasa yang digunakan untuk menghubungkan kalimat yang satu dengan
kalimat yang lain untuk menjadikan kepaduan paragraf. Sifat hubungan antar
kalimat akan menentukan pilihan kata/frasa transisi yang dipakai dalam
paragraf.
Contoh :
Jam lima pagi saya bangun. Sesudah
itu, saya ke kamar mandi. Sesudah itu, saya berpakaian, setelah
berpakaian, saya makan pagi. Sesudah itu, saya pamit pada Ayah dan Ibu,
lalau saya berangkat ke sekolah.
Ada bermacam-macan kata atau frasa transisi yang
biasa dipergunakan dalam tulisan-tulisan ilmiah, misalnya;
a.
Hubungan yang menyatakan
tambahan, misalnya, lebih lagi, selanjutnya lalu, dan, disamping itu, seperti
halnya, kedua, dan sebagainya.
b.
Hubungan yang menyatakan
pertentangan, misalnya, tetapi, namun, bagaimanapun juga, walaupun demikian,
dan sebagainya.
c.
Hubungan yang menyatakan
perbandingan, misalnya, sama halnya, seperti, sebagaimana, dan sebagainya.
d.
Hubungan yang menyatakan
akibat, misalnya, sebab itu, oleh sebab itu, oleh karena itu, dan sebagainya.
e.
Hubungan yang menyatakan
tujuan, misalnya, untuk maksut itu, supaya, dan sebagainnya.
f.
Hubungan yang menyatakan
singkatan, misalnya, singkatnya, ringkasnya, misalnya, yakni, dan sebagainya.
g.
Hubungan yang menyatakan
waktu, misalnya, sementara itu, sementara, sesudah, dan sebagainya.
h.
Hubungan yang menyatakan
tempat, misalnya, di sisi, di situ, di seberang, dan sebagainya.
b.
Perincian dan urutan isi
paragraf
perincian dan urutan isi paragraf adalah bagaimana mengembangkan
sebuah gagasan utama dan bagaimana hubungan dengan gagasan-gagasan bawahan yang menunjang
gagasan utama tadi. Gagasan utama yang terdapat dalam kalimat utama harus
dikembangkan melalui kalimat-kalimat pengembang tetapi tidak boleh kluar dari
gagasan utama tadi. Semua kalimat pengmbang harus mendukung terhadap gagasan
utama. Selain itu, hubungan antara kalimat utama dan kalimat pengembang dan
antara kalimat pengembang dan kalimat pengembang harus terjalin.
3. Kelengkapan
Kelengkapan adalah
suatu paragraf yang berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang
kalimat topik. Paragraf yang hanya ada satu kalimat topik dikatakan paragraf
yang kurang lengkap. Apabila yang dikembangkan itu hanya diperlukan dengan
pengulangan-pengulangan adalah paragraf yang tidak lengkap.
4. Panjang
Paragraf
Panjang paragraf
dalam sebagai tulisan tidak sama, bergantung pada beberapa jauh/dalamnya suatu
bahasa dan tingkat pembaca yang menjadi sasaran.
Memperhitungkar, 4 hal :
a.
Penyusunan kalimat topik,
b.
Penonjolan kalimat topik dalam
paragraf,
c.
Pengembangan detail-detail penjelas
yang tepat, dan
d.
Penggunaan kata-kata transisi, frase,
dan alat-alat lain di dalam paragraf.
5. Pola
Sususnan Paragraf
Rangkaian pernyataan
dalam paragraf harus disusun menurut pola yang taat asas, pernyataan yang satu
disusun oleh pernyatanyang lain dengan wajar dan bersetalian secara logis.
Dengan cara itu pembaca diajak oleh penulis untuk memahami paragraf sebagai
satu kesatuan gagasan yang bulat. Pola susunannya bermacam-macam, dan yang
sering diterapkan dalam tulisan ilmiah. antara lain :
(1) pola runtunan waktu,
(2) pola uraian sebab akibat,
(3) pola perbandingan dan
pertentangan,
(4) pola analogi,
(5) pola daftar, dan
(6) pola lain.
Teknik pengembangan paragraf
1. Secara
alami
Pengembangan paragraf
secara alami berdasarkan urutan ruang dan waktu. Urutan ruang merupakan urutan
yang akan membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya dalam suatu
ruang. Urutan waktu adalah urutan yang menggambarkan urutan tedadinya
peristiwa, perbuatan, atau tindakan.
2. Klimaks
dan Antiklimaks
Pengembangan
paragraf teknik ini berdasarkan posisi tertentu dalam suatu rangkaian berupa
posisi yang tertinggi atau paling menojol. Jika posisi yang tertinggi itu
diletakkan pada bagian akhir disebut klimaks. Sebaliknya, jika penulis
mengawali rangkaian dengan posisi paling menonjol kemudian makin lama makin
tidak menonjol disebut antiklimaks.
3. Umum
Khusus dan Khusus Umum
Dalam bentuk umum ke
khusus utama diletakkan di awal paragraf, disebut paragraf deduktif. Dalam
bentuk khusus-umum, gagasan utama diletakkan di akhir paragraf, disebut
paragraf induktif.
C. Jenis-jenis Paragraf
1. Jenis paragraf berdasarkan isi
a. Eksposisi
Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan
tujuan memberi informasi.
Contoh:
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak
pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir
mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap
daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.
b.
Argumentasi
Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan
dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
Contoh:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya.
Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan
Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang
dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih
banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau
mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya
untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis
moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi
keluarga semakin terlihat di mana-mana.
c.
Deskripsi
Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga
pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
Contoh:
Gadis itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin gencar memuji
gadis yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu
sangat cantik. Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis pinggang. Matanya
bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius.
Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip yang menawan,serta bibir berbelah,
dia sungguh tampak sempurna.
d.
Persuasi
Karangan ini bertujuan memengaruhi emosi pembaca agar
berbuat sesuatu.
Contoh:
Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap
sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai
tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan
harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai
kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap
tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat
dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.
e.
Narasi
Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul,
sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan
imajinasi.
Contoh:
Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati
bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan, mengernyitakan
kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan
hanya ada dia.
2. Jenis-jenis paragraf berdasarkan
tujuan
a.
Paragraf pembuka
Paragraf pembuka
biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran
pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Contoh paragraf pembuka :
Pemuli baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang
sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancer seperti yang
diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal
memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bias
tidur dan tidak mau makan.
b.
Paragraf penghubung
Paragraf penghubung
berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf
ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka. Sifat paragraf-paragraf
penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang
bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun
berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung
pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau
landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan
pendapat pengarang.
c.
Paragraf penutup
Paragraf penutup biasanya
berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi)
mengenai hal-hal yang dianggap penting.
Contoh paragraf penutup :
Demikian proposal yang kami buat. Semoga usaha kafe yang
kami dirikan mendapat ridho dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi sesame. Atas
segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
3. Jenis paragraf berdasar letak
kalimat utama
a.
Paragraf deduktif
Paragraf deduktif
ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal paragraf dan dimulai dengan
pernyataan umum yang disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
Contoh paragraf deduktif :
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah diputuskan bahwa dana itu harus
disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia
memaksa menggunakannya untuk membuka usaha baru.
b.
Paragraf induktif
Paragraf induktif
ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan
uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
Contoh paragraf induktif :
Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana
pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi
tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat
komunikasi yang penting, efektif dan efisien.
c.
Paragraf campuran
Paragraf campuran
ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph. Kalimat
utama yang terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali.
Contoh paragraf campuran :
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan
dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan
manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang
sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak
akan bias maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
D. Unsur-unsur paragraf
Paragraf adalah satu
kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh
pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya
kepada para pembaca.Supaya pikiran tersebut dapat diterima oleh pembaca,alinea
harus tersusun secara logis-sistematis.Alat bantu untuk menciptakan susunan
logis-sistematis itu adalah unsur-unsur penyusun alinea,seperti transisi (transition),kalimat topik (topic sentence),kalimat pengembang (development sentence),dan kalimat
penegas.
Kalimat-kalimat yang membangun paragraf pada umumnya dapat
diklasifikasikan atas dua macam, yaitu (1) kalimat topik atau kalimat utama,
dan (2) kalimat penjelas atau kalimat pendukung.
Kalimat topik atau kalimat utama, biasanya ditempatkan
secara jelas sebagai kalimat awal suatu paragraf. Kalimat
utama ini kemudian dikembangkan dengan sejumlahkalimat penjelas sehingga
ide atau gagasan yang terkandung kalam kalimat utama itu menjadi semakin jelas.
Ciri kalimat topik adalah:
1.
Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci atau diuraikan lebih
lanjut
2.
Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
3.
Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain
4.
Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi.
Ciri kalimat penjelas adalah:
1.
(Dari segi arti) sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
2.
Arti kalimat kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat
lain dalam paragraf.
3.
Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi.
4.
Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang mendukung
kalimat topik.
Kalimat-kalimat penjelas atau kalimat-kalimat bawahan itu menjelaskan
kalimat topikdengan empat cara, yaitu:
1.
Dengan ulangan, yaitu mengulang balik pikiran utama. Pengulangannya
biasanya menggunakan kata-kata lain yang bersamaan maknanya (sinonimnya).
2.
Dengan pembedaan, yaitu dengan menunjukkan maksud yang dikandung oleh
pikiran utama dan menyatakan apa yang tidak terkandung oleh pikiran utama.
3.
Dengan contoh, yaitu dengan memberikan contoh-contoh mengenai apa yang
dinyatakan dalam kalimat topik.
4.
Dengan pembenaran, yaitu dengan menambahkan alasan-alasan untuk mendukung
ide pokok. Biasanya kalimat pembenaran itu diawali/disisipi kata “karena,
sebab”.
E. Fungsi Paragraf
Berikut ini merupakan fungsi paragraf:
1.
Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan
perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis, dalam suatu
kesatuan.
2.
Menandai peralihan (pergantian) gagasan baru bagi karangan yang terdiri
beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran.
3.
Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis, dan memudahkan pemahaman
bagi pembacanya
4.
Memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit pikiran
yang lebih kecil.
5.
Memudahkan pengendalian variabel terutama karangan yang terdiri atas
beberapa variabel.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Paragraf juga
didefinisikan sebagai kumpulan
suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih luas daripada kalimat.
Paragraf merupakan penuangan ide dalam
bentuk kumpulan kalimat
yang saling berhubungan antara kalimat yang satu dengan yang lainnya dan hanya
memiliki satu topik atau tema.
Paragraf memiliki tiga
macam yaitu, paragraf pembuka, paragraf penghubung dan paragraf penutup.
Syarat pembentukan paragraf adalah kesatuan, koherensi dan perkembangan paragraf.
Berdasarkan penempatan ide pokok pada paragraf ,paragraf dibagi
menjadi 4 jenis yaitu deduktif, induktif, campuran, dan deskriptif. Untuk menyusun paragraf secara logis-sistematis diperlukan alat bantu berupa
unsur-unsur penyusun paragraf ,seperti transisi (transition),kalimat topik (topic
sentence),kalimat pengembang (development sentence),dan kalimat penegas
(punch-line) keempat unsur penyusunan paragraf tersebut,terkadang muncul secara bersamaan,terkadang pula
hanya sebagian yang muncul dalam sebuah paragraf.
B. Saran
Kepada pembaca, kami sadar
bahwa masih banyak kekurangan yang kami miliki, baik dari segi
tulisan maupun bahasa yang kami sajikan. Oleh karena itu kami berpesan kepada pembaca,ambilah
sesuatu yang psitif dari sebuah coretan yang kami buat,dan semoga makalah
ini bisa bermanfaat bagi kami mapun pembaca.dan menjadi wawasan
kita dalam memahami bahasa kita sendiri dan sebagai kata,marilah terus berusaha
untuk menggapai sebuah cita-cita yang luhur.
DAFTAR PUSTAKA
Budiharso, Teguh. 2009. Panduan Lengkap Penulisan Karya
Ilmiah. Angkasa.
Depdiknas.
2002. Kamus Besar Bahsa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta
Depdiknasa.
Dini, Dahlia
dan Sitorus. 2004. Bimbingan Pemantapan Bahasa Indonesia. Bandung :
CV Yrama Widya.
Herman J. Waluyo.
2001. Teori Drama dan Pengajaran. Yogyakarta : Hanindita.
Indriaty, Etty. 2008. Menulis Karya Ilmiah .
Gramedia Pustaka Utama.
Muda, Ahmad A.K.
2008. Kamus Saku Bahasa Indonesia Idx Ed.terbaru. Tititk Terang
Rahardi, Kunjana.
2010. Teknik-teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis
Wahyudi Yono, Contoh Makalah Bahasa Indonesia
Alenia Paragraf Wahyu Diyono.html. 25
Maret 2014
Wahyu R.N, Tri. 2006. Bahasa Indonesia. Jakarta. Universitas
Gunadarma
Waluyo, Herman
J. 1995. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta : PT Erlangga
Wiyanto, Asul.
2001. Diskusi. Jakarta : PT Grasindo.
Wiyanto, Asul.
2001. Terampil Pidato. Jakarta : PT Grasindo.
Wiyanto, Asul. 2006. Terampil Menulis Paragraf. Grasindo.
Wuryanto, R. 2010.
Pedoman Lengkap Eyd ( Ejaan Yang Disempurnakan ). Paung Bona Jaya.