PENGERTIAN DAN FUNGSI SASTRA
Sebuah pilihan yang tepat, saat
anda mulai berpikir dan berusaha mencari tahu tentang sastra. Sastra bukanlah
seni bahasa belaka, melainkan suatu proses belajar seperti yang diungkapkan
Horatius, “sastra merupakan dulce et utile (dalam bahasa Latin, sweet and
useful) yang artinya menyenanghan, menghibur atau dapat dinikmati dan mendidik”.
Mari
memulai dengan memahami apa pengertian sastra.
A.
Pengertian
Sastra
Dilihat dari asal katanya, Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra)
merupakan kata serapan dari bahasa
Sanskerta śāstra, yang
berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman",
dari kata dasar śās- yang
berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa
Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada
"kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau
keindahan tertentu. Sementara jika diintip dari KBBI, maka sastra mengandung
arti ; bahasa(kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab ( bukan
bahasa sehari- hari).
Dari
pengertian di atas para ahli sastra dan bahasa membuat definisi tentang sastra
dan kesusastraaan;
1. Sumarno dan Saini, sastra adalah ungkapan pribadi
manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, gagasan, semangat,keyakinan,
dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat
bahasa.
2.Mursal Esten, menyatakan sastra atau kesusastraan
adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi
kehidupan manusia (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan punya efek
yang positif terhadapkehidupan manusia (kemanusiaan)
3. Engleton, sastra adalah "karya tulisan yang halus"
(belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam
berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan
dan diterbalikkan, dijadikan ganjil
4.Ahmad Badrun, berpendapat bahwa Kesusastraan adalah
kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai
alat, dan bersifat imajinatif.
5. Seni, sastra adalah suatu bentuk dan hasil
pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya
menggunakan bahasa sebagai mediumnya.
6. Panuti Sudjiman, mendefinisikan sastra sebagai
karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan,
keartistikan, keindahan dalam isi, danungkapannya.
7. Menurut Sumardjo dan Sumaini, definisi sastra yaitu
:1. Sastra adalah seni bahasa.2. Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan
yang mendalam.3. Sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa.4. Sastra adalah
inspirasi kehidupan yang dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan.5. Sastra
adalah semua buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang benar dan kebenaran
moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan dan bentuk yang mempesona.
8. Suyitno, Sastra adalah sesuatu yang
imajinatif, fiktif dan inventif juga harus melayani misi-misi yang dapat dipertanggung
jawabkan.
9.Tarigan, sastra adalah merupakan obyek bagi
pengarang dalam mengungkapkan gejolak emosinya,
misalnya perasaan sedih,kecewa, senang dan lain sebagainya.
10. Damono, mengungkapkan bahwa sastra menampilkan gambaran
kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Dalam
pengertian ini, kehidupan mencakup hubungan antar masyarakat, antar masyarakat
dengan orang-seorang, antar manusia, dan antar peristiwa yang terjadi dalam batin
seseorang
11.Fananie mengatakan :“ Bahwa sastra adalah karya
fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang
mampu mengungkapkan kemampuan aspek keindahan yang baik yang didasarkan aspek
kebahasaan maupun aspek makna”
12. Teeuw mengatakan :“ Kata satra dalam bahasa
Indonesia berasal dari bahas Sansekerta akar kata Sas-, dalam kata kerja
turunan berarti mengarahkan, mengajar, memberikan petunjuk atau instruksi.
Akhiran kata tra- biasanya menunjukkan alat, suasana. Maka dari sastra dapat
berarti, alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi dan pengajaran;
misalnya silpasastra, buku arsitektur, kemasastraan, buku petunjuk mengenai
seni cerita. Awalan su- berarti baik, indah sehingga susastra dapat dibandingkan
dengan berbagai belles letter”.
Berdasarkan uraian di atas,
kita dapat menyimpulkan bahwa sastra adalah ungkapan gejolak emosi yang
merupakan hasil cipta manusia dengan menggunakan media bahasa tertulis maupun
lisan, bersifat imajinatif, disampaikan secara khas, dan mengandung pesan yang
bersifat relatif.
B.
Fungsi Sastra
Sastra atau kesusastraan tidak sebatas muncul di tengah
penikmatnya tanpa tujuan, kehadiran sastra seperti yang telah menjadi pengantar
di atas bahwa sastra itu dulce et utile yang artinya menyenangka dan mendidik.
Emosi (amarah) yang biasa menguasai
manusia kadang tidak mampu diredakan oleh nasihat lisan ataupun teguran, Muncul
fenomenal yang membuktikan bahwa sebagian orang mampu mengintropeksi diri
bahkan berubah hanya karena pengaruh amanat yang terkandung dalam prosa fiksi
yang dinikmatinya.
Mari kita
rumuskan secara sederhana fungsi sastra. Kurang lebih inilah
5 fungsi dasar dalam sastra:
1.
Fungsi Rekreatif
Sastra
adalah hiburan. Bagi beberapa orang, membaca sastra merupakan hiburan tersendiri.
Dengan membaca kisah sastra, barangkali pembaca akan fokus pada konflik yang
terjadi di dalamnya, dan untuk sesaat melupakan konflik yang terjadi di dunia
nyata. Dengan membaca kisah sastra, barangkali pembaca akan tersenyum sendiri
menikmati keindahan kisah cinta yang tersaji, atau justru menangis kecil ketika
merasakan kesedihan dalam karya sastra, atau tertawa, jika memang penulis
memberikan lelucon yang menarik di dalam karyanya. Yang jelas, karya sastra
adalah hiburan bagi pembacanya.
2.Fungsi
Didaktif
Sastra
adalah pendidikan. Dengan membaca karya sastra, pembaca mungkin akan
mendapatkan ilmu-ilmu baru di dalam karyanya. Karena sejatinya, karya sastra
adalah membahas tentang berbagai aspek kehidupan, yang bisa membuat pembacanya
merasakan hal-hal yang sulit dirasakannya secara nyata. Misalnya, kita menjadi
tahu sejarah Indonesia, berkat membaca karya-karya sastra dari Pram.
3.
Fungsi Estetis
Sastra
adalah keindahan. Jangan lupakan gemulai tarian kata yang berjejer indah di
dalam karya sastra. Sastra harus memiliki keindahannya sendiri. Tidak harus
rumit dan sulit dimengerti, tapi keindahan harus tetap ada. Setiap calon
penulis karya sastra, harus mampu mengartikan keindahan apa yang dimaksud itu.
4.
Fungsi Moralitas
Sastra
yang baik, selalu mengandung moral yang tinggi. Semua karya sastra besar di
Indonesia memiliki nilai moralnya sendiri. Kisah Siti
Nurbaya karya Marah Rusli
misalnya, memberikan moral tentang cinta dan budaya (salah satunya). Begitu
pula dengan puisi Tanah Air dari Muhammad Yamin, sarat moral akan kemerdekaan. Sastra
adalah moral.
5.
Fungsi Religius
Sebagai
bangsa yang dibuat berdasarkan kepercayaan atas Tuhan Yang Maha Esa, tentu
aspek agama sebaiknya tidak hilang dari karya sastra. Ingat, sastra adalah
hasil dari budaya masyarakat. Artinya, masyarakat yang beragama, sudah
seharusnya menyusun karya sastra yang memberikan perspektifnya tentang agama.
Jika
muncul pertanyaan mengapa kita harus merumuskannya secara sederhana? Jawabannya
adalah, dengan membuat rumusan tujuan atau fungsi karya sastra secara
sederhana, para penulis pemula akan memiliki dasar yang kuat, untuk apa mereka
menulis karya sastra. Dengan rumusan sederhana ini pula, kita berharap penulis
akan mampu membuat karya sastra yang tujuannya jelas, bukan sekedar deretan
kata indah tapi tak bermakna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar