Selasa, 13 Januari 2015

pengertian dan fungsi sastra ( teori sastra)



PENGERTIAN DAN FUNGSI SASTRA
Sebuah pilihan yang tepat, saat anda mulai berpikir dan berusaha mencari tahu tentang sastra. Sastra bukanlah seni bahasa belaka, melainkan suatu proses belajar seperti yang diungkapkan Horatius, “sastra merupakan dulce et utile (dalam bahasa Latin, sweet and useful) yang artinya menyenanghan, menghibur atau dapat dinikmati dan mendidik”.
Mari memulai dengan memahami apa pengertian sastra.
A.     Pengertian Sastra
Dilihat dari asal katanya, Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Sementara jika diintip dari KBBI, maka sastra mengandung arti ; bahasa(kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab ( bukan bahasa sehari- hari).
Dari pengertian di atas para ahli sastra dan bahasa membuat definisi tentang sastra dan kesusastraaan;
1. Sumarno dan Saini, sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, gagasan, semangat,keyakinan, dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa.

2.Mursal Esten, menyatakan sastra atau kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan punya efek yang positif terhadapkehidupan manusia (kemanusiaan)
3. Engleton, sastra adalah "karya tulisan yang halus" (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil
4.Ahmad Badrun, berpendapat bahwa Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat, dan bersifat imajinatif.
5. Seni, sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.
6. Panuti Sudjiman, mendefinisikan sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, danungkapannya.
7. Menurut Sumardjo dan Sumaini, definisi sastra yaitu :1. Sastra adalah seni bahasa.2. Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam.3. Sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa.4. Sastra adalah inspirasi kehidupan yang dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan.5. Sastra adalah semua buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang benar dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan dan bentuk yang mempesona.
8.  Suyitno, Sastra adalah sesuatu yang imajinatif, fiktif dan inventif  juga harus melayani misi-misi yang dapat dipertanggung jawabkan.
9.Tarigan, sastra adalah merupakan obyek bagi pengarang dalam mengungkapkan gejolak  emosinya, misalnya perasaan sedih,kecewa, senang dan lain sebagainya.
10. Damono, mengungkapkan bahwa sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Dalam pengertian ini, kehidupan mencakup hubungan antar masyarakat, antar masyarakat dengan orang-seorang, antar manusia, dan antar peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang
11.Fananie mengatakan :“ Bahwa sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan kemampuan aspek keindahan yang baik yang didasarkan aspek kebahasaan maupun aspek makna”
12. Teeuw mengatakan :“ Kata satra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahas Sansekerta akar kata Sas-, dalam kata kerja turunan berarti mengarahkan, mengajar, memberikan petunjuk atau instruksi. Akhiran kata tra- biasanya menunjukkan alat, suasana. Maka dari sastra dapat berarti, alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi dan pengajaran; misalnya silpasastra, buku arsitektur, kemasastraan, buku petunjuk mengenai seni cerita. Awalan su- berarti baik, indah sehingga susastra dapat dibandingkan dengan berbagai belles letter”.
Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sastra adalah ungkapan gejolak emosi yang merupakan hasil cipta manusia dengan menggunakan media bahasa tertulis maupun lisan, bersifat imajinatif, disampaikan secara khas, dan mengandung pesan yang bersifat relatif.

B.        Fungsi Sastra
Sastra atau kesusastraan tidak sebatas muncul di tengah penikmatnya tanpa tujuan, kehadiran sastra seperti yang telah menjadi pengantar di atas bahwa sastra itu dulce et utile yang artinya menyenangka dan mendidik. Emosi (amarah)  yang biasa menguasai manusia kadang tidak mampu diredakan oleh nasihat lisan ataupun teguran, Muncul fenomenal yang membuktikan bahwa sebagian orang mampu mengintropeksi diri bahkan berubah hanya karena pengaruh amanat yang terkandung dalam prosa fiksi yang dinikmatinya.
Mari kita rumuskan secara sederhana fungsi sastra. Kurang lebih inilah
5 fungsi dasar dalam sastra:
1. Fungsi Rekreatif
Sastra adalah hiburan. Bagi beberapa orang, membaca sastra merupakan hiburan tersendiri. Dengan membaca kisah sastra, barangkali pembaca akan fokus pada konflik yang terjadi di dalamnya, dan untuk sesaat melupakan konflik yang terjadi di dunia nyata. Dengan membaca kisah sastra, barangkali pembaca akan tersenyum sendiri menikmati keindahan kisah cinta yang tersaji, atau justru menangis kecil ketika merasakan kesedihan dalam karya sastra, atau tertawa, jika memang penulis memberikan lelucon yang menarik di dalam karyanya. Yang jelas, karya sastra adalah hiburan bagi pembacanya.
2.Fungsi Didaktif
Sastra adalah pendidikan. Dengan membaca karya sastra, pembaca mungkin akan mendapatkan ilmu-ilmu baru di dalam karyanya. Karena sejatinya, karya sastra adalah membahas tentang berbagai aspek kehidupan, yang bisa membuat pembacanya merasakan hal-hal yang sulit dirasakannya secara nyata. Misalnya, kita menjadi tahu sejarah Indonesia, berkat membaca karya-karya sastra dari Pram.
3. Fungsi Estetis
Sastra adalah keindahan. Jangan lupakan gemulai tarian kata yang berjejer indah di dalam karya sastra. Sastra harus memiliki keindahannya sendiri. Tidak harus rumit dan sulit dimengerti, tapi keindahan harus tetap ada. Setiap calon penulis karya sastra, harus mampu mengartikan keindahan apa yang dimaksud itu.
4. Fungsi Moralitas
Sastra yang baik, selalu mengandung moral yang tinggi. Semua karya sastra besar di Indonesia memiliki nilai moralnya sendiri. Kisah Siti Nurbaya karya Marah Rusli misalnya, memberikan moral tentang cinta dan budaya (salah satunya). Begitu pula dengan puisi Tanah Air dari Muhammad Yamin, sarat moral akan kemerdekaan. Sastra adalah moral.
5. Fungsi Religius
Sebagai bangsa yang dibuat berdasarkan kepercayaan atas Tuhan Yang Maha Esa, tentu aspek agama sebaiknya tidak hilang dari karya sastra. Ingat, sastra adalah hasil dari budaya masyarakat. Artinya, masyarakat yang beragama, sudah seharusnya menyusun karya sastra yang memberikan perspektifnya tentang agama.
            Jika muncul pertanyaan mengapa kita harus merumuskannya secara sederhana? Jawabannya adalah, dengan membuat rumusan tujuan atau fungsi karya sastra secara sederhana, para penulis pemula akan memiliki dasar yang kuat, untuk apa mereka menulis karya sastra. Dengan rumusan sederhana ini pula, kita berharap penulis akan mampu membuat karya sastra yang tujuannya jelas, bukan sekedar deretan kata indah tapi tak bermakna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar