Selasa, 13 Januari 2015

wanitaku



WANITAKU

Tersendak dengan rasa gunda, pada langkah terakhir menuju penghitbaan

Wajah  mirih ditikam malu menoleh sejarah ukiran sendiri

Tak pantas wanita pingitan, ikut serta dalam ijab kabul yang akan diikrarkan

Lalu...?

Dengan siapa dia akan merajuk cinta,

Ku teriakkan dengan lantang ,

Hanya dengan laki-laki yang suci

Karna pada matanya menjanjikan surga untuk mahligai rumah tangga

Karena dia Aisya yang kutemukan di kota petualangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar